Oleh: yusmiati84 | November 6, 2007

Syarat – Syarat Evaluator

1. Persyaratan untuk menjadi seorang evaluator :

  • Mampu melaksanakan, yaitu bahwa seorang evaluator harus memiliki kemampuan untuk melaksanakan evaluasi yang didukung oleh teori dan keterampilan praktik.
  • Cermat, yaitu dapat melihat celah-celah dan detail dari program serta bagian program yang akan dievaluasi.
  • Objektif, yaitu tidak mudah dipengaruhi oleh keinginan pribadi, mengumpulkan data sesuai dengan keadaannya dan mengambil kesimpulan sebagaimana diatur oleh ketentuan yang harus diikuti.
  • Sabar dan tekun, yaitu dalam melaksanakan tugas dimulai dari membuat rancangan kegiatan dalam bentuk proposal, menyusun instrumen, mengumpulkan data, dan menyusun laporan, tidak gegabah dan tergesa-gesa.
  • Hati-hati dan tanggung jawab, yaitu melakukan pekerjaan evaluasi dengan penuh pertimbangan, namun apabila masih ada kekliruan yang diperbuat, berani menanggung resiiko.

2. Perbedaan Evaluator Internal dengan Evaluator Eksternal :

  • Evaluator internal adalah petugas evaluasi program yang sekaligus merupakan salah seorang dari petugas atau anggota pelaksana program yang dievaluasi.
  • Evaluator eksternal adalah orang-orang yang tidak terkait dalam kebijakan dan implrmentasi program. Mereka berada diluar dan diminta oleh pengambil keputusan untuk mengevaluasi keberhasilan program atau keterlaksanaan kebijakan yang sudah dilaksanakan.

Perbedaan yang utama dari keduanya adalah :

Pada Evaluasi internal sang evaluator lebih mengetahui tentang program daripada orang lain
dimana dia akan sulit untuk 100% objektif dan ia akan lebih banyak mengetahui hal-hal yang sifatnya kontekstual
, sedangkan pada Evaluator Eksternal dia akan sulit untuk mengetahui tentang program lebih banyak tetapi ia lebih dapat bersifat objektif dan lebih kritis serta lebih mencari hal-hal atau informasi yang lain yang lebih penting

Oleh: yusmiati84 | Oktober 23, 2007

Evaluasi Pendidikan

cover-evaluasi-pendidikan.jpg

   Dalam buku ini telah di bahas bahwa yang dimaksuk dengan evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai, sesuai dengan penjelasan diatas tersebut maka evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai sesuatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan.

   Dan untuk mengadakan penilaian yang tepat terhadap sesuatu terlebih dahulu harus didasarkan atas pengukuran –pengukuran, dan sebaliknya pengukuran –pengukuran yang dilakukan tidak akan memberi arti apa-apa kalau tidak kita hubungkan dengan penilaian.Oleh karena itu antara pengukuran dan penilaian itu sangat erat hubungannya, maka kedua istilah tersebut biasanya dirangkaikan sehingga menjadi pengukuran dan penilaian.

 

   Oleh karena itu evaluasi hasil belajar di suatu sekolah akan dilakukan oleh sejumlah tenaga pengajar di sekolah tersebut, maka supaya tidak ada kesimpang siuran dalam pelaksanaan evaluasi antara guru yang satu dengan yang lainnya, perlu adanya suatu pedoman yang dapat dijadikan pegangan oleh  para guru dalam mengadakan evaluasi hasil belajar masing-masing.Pedoman bersama tersebut hendaknya disusun dalam suatu program bersama tentang kegiatan evaluasi yang dilaksanakan di sekolah tersebut.Program semacam ini disebut program evaluasi.

            

     Program evaluasi dan persiapan khusus merupakan dua hal yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Kedua hal tersebut saling lengkap melengkapi, sedikitnya hal-hal yang perlu dilakukan dalam persiapan khusus ini tergantung kepada terperinci tidaknya ketentuan-ketentuan yang dicantumkan dalam program evaluasi.Misalnya  apabila di dalam program evaluasi telah dicantumkan tentang tujuan-tujuan evaluasi secara terperinci maka dalam persiapan khusus tentu hal itu tidak tidak perlu dilakukan lagi.

   

    Seorang konselor pendidikan akan mempergunakan hasil-hasil evaluasi yang diperolehnya untuk menentukan bimbingan yang bagaimanakah yang akan diberikan kepada seorang anak atau sekelompok anak, seorang panitia seleksi akan mempergunakan hasil-hasil evaluasi yang dilaksanakan untuk menentukan mana calon-calon yang akan diterima.Dan saya kira dari buku ini mengenai evaluasi sudah cukup jelas.

Nama Buku : Evaluasi Pendidikan

Pengarang    : Drs.Wayan Nurkanca

                       Drs.P.P.N. Sumantara

Penerbit        : Usaha Nasional, Surabaya -Indonesia

Oleh: yusmiati84 | September 25, 2007

TUGAS KETIGA

TUGAS KETIGA

Ini Tugas III yang diberikan untuk di BLOG

Oleh: yusmiati84 | September 20, 2007

Evaluasi Pendidikan

Seseorang yang ingin melakukan evaluasi terhadap suatu pendidikan ia harus mengetahui tujuan evaluasi yang hendak dilaksanakan dalam suatu proses pendidikan atas tujuan yang hendak dicapai dalam program pendidikan tersebut.Dalam mengevaluasi suatu pendidikan harus menetapkan tujuan program, memilih alat yang layak,pelaksanaan pengukuran,memberikan skor, menganalisa,dan menginterprestasikan skor, membuat catatan yang baik dan dalam mengevaluasi harus mempunyai sikap,adil ,jujur dan bertanggung jawab. Dalam Al-Qur’an Surat Hud ayat-112 فاَسْتَقِِمْ كَمَاَامِرْتَ وَمَنْ تَا بَ مَعَكَ وَلآتَطْغَوْا اِنَّهٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ « Oleh karena itu hendaklah engkau selalu bersikap jujur sebgaimana yang diperintahkan kepadamu, begitu juga kepada orang-orang yang tobat darikemusyrikan danberiman bersamamu.Namun janganlah kamu bertindak melampaui batas yang digariskan agama. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apayang kamu kerjakan.(Q.S. Hud-112) » Al-Qur’an Surat AL Isra’ ayat 35 وَاَوْفُوْا الْكَيْلَ اِذَََا كِلْتًمْ وَزِنُوْا بِلْقِسْطَاسِِ الْمُسْتَقِيْمِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَاْ وِيْلاً “Dan penuhilah takaran jika kamu menakar dan timbanglah secara jujur! Cara itulah yang terbaik, dan akibatnya pun lebih baik pula.(Q.S. Al Isra’-35)”

Adil

 

Q.S. An-Nisa ayat 58 :

 

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hokum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”

 

Maksud ayat di atas adalah bahwa bagi seorang tester harus memiliki sifat adil terhadap bawahannya dalam melaksanakan evaluasi pada suatu lembaga pendidikan atau dalam proses belajar mengajar, dan seorang tester dalam mengambil keputusan harus adil. Seorang Teste dapat meningkatkan suatu pendidikan.

 

 

Jujur

Q.S. At-Taubah ayat 119 :

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama-sama orang yang benar”

 

Jadi seorang Teste harus jujur dalam menyampaikan segala sesuatu yang masih berhubungan dengan evaluasi program pendidikan.

Dan kewajiban menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa pandang bulu telah diterangkan di dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa’ ayat 105 اِنَّا اَنْزَلْنَا اِلَيْكَ الْكِتَبَ بِا الْحَقِّ لِِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا اَرَاكَ اللهُ وَلاَ تَكُنْ لِلخَا ءنِيْنَ خَصِيْمًا “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Al-Qur’an ini untuk menerangkan yang hak kepadamu supaya kamu dapat mengadili antara manusia dengan hukum yang diajarkan Allah kepadamu.Dan janganlah kamu menjadi lawan pihak yang jujurkarena membela pihak yang khianat.(Q.S. AnNisa’ ayat 105)” Dan bertanggung jawab atas perbuatanya masing-masing. Dalam Surat An Najm ayat 39-41.

وَاِنْ لَيْسَ لِلاِنْسَانِ اِلاَّ مَاسَعئ

“Bahwa, manusia tidak akan memperoleh bagian, kecuali apa-apa yang telah dikerjakannya untuk dirinya” وَاَنَّ سَعْيِهٌ سَوْفَ يُرَئ

“Bahwa hasil amal usahanya itu pasti akam diperlihatkan kepadanya”

ثُمَّ يُجْزَـهُ الجَزَاءَ الاَوْفئ

“Kemudian akan diberi ganjaran lebih banyak”

Oleh: yusmiati84 | September 11, 2007

Salam Kenal

Selamat Datang di Blog saya, saran dan kritik para Blogger akan sangat berarti untuk saya

Kategori